Akikah Dalam Islam

Diposkan oleh kurban ahsanuamala on Minggu, 02 Desember 2012


Aqiqah atau Akikah dalam bahasa arab artinya mencukur rambut yang tumbuh di kepala bayi saat lahir. Mencukur rambut tersebut adalah membersihkannya dari penyakit .

Aqiqah dalam pengertian syariat islam adalah melakukan penyembelihan hewan ternak seperti kambing/domba pada hari ke tujuh pasca kelahiran bayi yang diiringi dengan pencukuran rambut dan pemberian nama untuk bayi.

LANDASAN IBADAH AKIKAH

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh al-baihaqi dari samurah bin jundub nabi bersabda:

عن سمرة بن جندب ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : « كل غلام رهينة (1) بعقيقته (2) ، يذبح عنه يوم سابعه ، ويحلق ، ويسمى »
Artinya: setiap bayi yang dilahirkan menjadi “tergadai” dengan aqiqahnya yang disembelih pada hari ke TUJUH dari kelahirannya lalu dicukur rambutnya kemudian diberikan sebuah nama/panggilan.

Keterangan kosa kata:
(1)        رهين : محبوس والمراد أنَّ أباه يُحْرَم شفاعة وَلَدِه إذا لم يَعُقَّ عنه وقيل غير ذلك
yaitu : orang tua yang mampu (tapi tidak melakukan aqiqah bagi anaknya) maka tidak mendapat syafaat anaknya yang belum diakikakah-kan.

(2)        العقيقة : الذبيحة التي تذبح عن المولود
Akikah adalah hewan sembelihan atas nama bayi yang lahir.
Dari hadist di atas dapat kita fahami bahwa aqiqah adalah ibadah yang legal dan bukan perkara bid’ah.
Apakah arti “tergadai”..?

Imam Ahmad bin Hambal (imam Hambali) menjawab: bahwa orang tua bayi yang memiliki kemampuan financial untuk membeli hewan aqiqah namun tidak melaksanakan aqiqah maka mereka tidak mendapat syafaat dari bayi yang meninggal sebelum diAkikah. Ada juga jawaban lain : tergadai dengan rambut bawaan bayi. (kitab :ma’rifatus-sunan wal atsar, imam baihaqi)



Ahsanu Aqiqah melayani Pemesanan hewan Aqiqah Hub. 085311712665, SMS 085779311366 atau kunjungi web kami di Ahsanu Amala 
Kami akan sangat berterima kasih apabila anda menyebar luaskan artikel Akikah Dalam Islam ini pada akun jejaring sosial anda, dengan URL : http://ahsanuaqiqah.blogspot.com/2012/12/akikah-dalam-islam.html

Bookmark and Share

0 komentar... Baca dulu, baru komentar

Poskan Komentar